![]() |
| Jejak Publik News |
SIDOARJO jejak publik.my.id.– Tradisi sakral Ruwat Desa kembali digelar oleh masyarakat Desa Sidodadi, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus doa bersama untuk keselamatan dan kemakmuran warga desa.
Acara yang berlangsung meriah ini menghadirkan pertunjukan seni budaya Jawa berupa pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Surono dari Tarik, Sidoarjo. Lakon yang dibawakan berjudul “Wahyu Kamulyan”, yang sarat makna tentang harapan datangnya kesejahteraan, kedamaian, dan kemuliaan hidup bagi masyarakat.
Kepala Desa Sidodadi, Hj. Muda’ah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ruwat desa bukan hanya tradisi budaya, tetapi juga momentum memperkuat persatuan dan gotong royong warga.
![]() |
| Jejak Publik News |
“Ruwat desa ini menjadi sarana untuk memohon keselamatan, mempererat kebersamaan, serta menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.
Rangkaian acara diawali dengan doa bersama, tahlil, dan istighosah yang diikuti oleh perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga sekitar. Suasana khidmat terasa saat doa dipanjatkan agar Desa Sidodadi senantiasa diberikan keberkahan, dijauhkan dari marabahaya, dan dilancarkan rezeki masyarakatnya.
Setelah rangkaian doa, acara dilanjutkan dengan prosesi budaya dan puncaknya pagelaran wayang kulit yang disambut antusias oleh warga. Ratusan masyarakat tampak memadati area acara untuk menyaksikan jalannya pertunjukan.
Lakon “Wahyu Kamulyan” yang dibawakan Ki Surono memberikan pesan moral tentang pentingnya kejujuran, kesabaran, dan kebersamaan dalam membangun kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman bagi warga dalam menjaga keharmonisan desa.
Kegiatan ruwat desa ini juga menjadi ajang silaturahmi warga, memperkuat rasa kebersamaan, serta melestarikan budaya leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Dengan terselenggaranya acara ini, Pemerintah Desa Sidodadi berharap tradisi ruwat desa dapat terus dilestarikan sebagai identitas budaya lokal sekaligus memperkokoh nilai spiritual dan sosial masyarakat.
(Purwono)


Post a Comment